Cara Mudah Membaca Candlestick untuk Trader Pemula
Cara Mudah Membaca Candlestick untuk Trader Pemula

Cara Mudah Membaca Candlestick untuk Trader Pemula

93 View

Sanjau.com- Halo Sobat sanjau, apakah ada diantara kalian yang sudah terjun mencoba trading?. Kesempatan kali ini, admin akan membahas seputar cara membaca atau mengetahui jenis candlestick yang akan berguna bagi kalian para trader.

Candlestick adalah grafik yang terus digunakan oleh para trader untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai harga. Grafik ini memiliki tampilan yang mudah dipahami dengan memberikan perbedaan warna baik itu putih, hitam atau merah dan hijau.

Pada grafik, setiap candle atau batang menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan untuk kerangka waktu yang dipilih pedagang. Misalnya, jika pedagang menetapkan kerangka waktu menjadi lima menit, batang baru akan dibuat setiap lima menit. Biasanya waktu umum digunakan para trader yaitu waktu 30 menit, 1 jam dan 4 jam.

Candlestick digunakan untukmembaca beberapa hal berikut:

Menujukan Harga Buka

Bagian atas atau bagian bawah candle akan menujukan harga buka. Jika tren harga naik, batang sering kali berwarna hijau atau putih dan harga buka berada di bagian bawah. Jika tren harga turun, batang atau candle sering kali berwarna merah atau hitam dan harga buka berada di atas.

Harga Tinggi

Harga tinggi yang ditunjukan oleh candle terlihat dari bagian paling atas pada candle di periode wajtu tertentu, biasanya berbentuk seperti jarum atau biasa di sebut ekor. Jika pembukaan canlde merupakan harga tertingginya, maka tidak akan terlihat bayangan atau ekornya tadi.

Harga Rendah

Harga rendah yang ditunjukan oleh candle merupakan bayangan atau ekor yang berbetuk seperti jarum pada bagian bawah. Jika harga pembukaan candle merupakan harga terendahnya maka tidak dalam bentuk jarum atau bayangan.

Harga Tutup atau penutupan harga

Harga tutup ini ditunjukan berdasarkan periode waktu yang dipilih saat kita melihat candlestick. Jika periode waktu yang dipilih M30 (per tiga puluh menit) maka kita bisa melihat penutupan harga setiap tiga puluh menit. Penutupan adalah harga terakhir yang diperdagangkan selama batang ditunjukkan oleh bagian atas (untuk batang  hijau atau putih) atau bawah (untuk batangmerah atau hitam) tubuh di setiap candlestick.

Setelah memahami cara membaca candlestick, berikutnya ada beberpa jenis candle stick yang harus diketahui oleh trader.

Doji Candlestick

Doji adalah pola candle tunggal. satu-satunya candlestick yang tidak bearish maupun bullish. Ini karena Doji mewakili keadaan di mana harga ditutup tepat di tempat ia dibuka. Karena alasan ini, Doji tidak memiliki badan lilin dan terlihat seperti tanda hubung. Setiap pola memiliki arti tertentu menunjukkan sikap pelaku pasar yang merupakan manusia dan cenderung bertindak serupa dalam situasi yang sama.

Hammer Candlestick

Pola ini berbentuk seperti palu yang memiliki tongkat batang atas atau bawah yang panjang dan badan batang yang kecil di sisi yang berlawanan. Setiap candle hammer ini  adalah pengingat bahwa proses pembalikan harga sedang terjadi. Trend Bearish terjadi ketika candle memiliki batang bawah yang panjang dan badan yang kecil pada bagian atas. Jika pola tersebut muncul menujukan kemungkinan harga akan berbalik.

Kesimpulan

Sekian pembahasan seputar candlestik untuk pemula, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan didunia trading. Saat ini dunia trading sedang hangat hangatnya dan dimintai banyak orang, maka sebelum terjun kedunia trading penting sekali untuk memiliki pemahaman yang cukup sehingga bisa menghasilkan profit.

Baca Juga : Basic Trading untuk Pemula

Cara Mudah Trading dengan Moving Average

Gallery for Cara Mudah Membaca Candlestick untuk Trader Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *