Cara Mudah Trading Dengan Analisa Moving Average
Cara Mudah Trading Dengan Analisa Moving Average

Cara Mudah Trading Dengan Analisa Moving Average

304 View

Sanjau.com- Halo Sobat Trader Sanjau, kali ini admin akan membahas salah satu metode analisa yang sering digunakan di dunia trading yaitu Moving Avraege (MA). Pada kesempatan ini kita akan belajar menganalisa MA dan mengetahui jenis-jenis MA yang bisa digunakan untuk menganalisa pergerakan candle, sekaligus belajar open posisi dari hasil analisa Moving Average.

Analisa Teknikal Moving Average sangat umum digunakan oleh para trader, selain untuk menganalisa trend harga pasar, bisa juga digunakan untuk menentukan support atau resisten yang dinamis. Pada suatu kondisi tertentu analisa teknikal MA banyak membantu trader untuk mulai menentuka strategi open posisi masuk market.

Apa Itu Moving Average

Definisi moving average adalah pergerakan rata-rata dari sejumlah angka dalam periode waktu tertentu yang ditentukan secara acak atau terencana. Penerapannya untuk mengestimasi sebuah pergerakan trend berjalan dimana harus menentukan durasi yang diinginkan sesuai dengan harapan transaksi yang diinginkan.

Moving Average merupakan salah satu indikator teknikal yang sering digunakan untuk mengidentifikasi arah trend dan paling umum digunakan oleh para trader. Penggunaan indikator Moving Average adalah salah satu cara untuk memperhalus fluktuasi harga dan membantu membedakan antara trend yang biasa terjadi di pasar dengan trend reversal sebenarnya.

Periode waktu yang paling umum digunakan dalam MA rata-rata bergerak adalah 13, 20, 33, 50, 100, dan 200 hari. Semakin pendek rentang waktu yang digunakan untuk membuat rata-rata, semakin sensitif terhadap perubahan harga. Semakin lama rentang waktu, rata-rata akan semakin kurang sensitif.

Tidak ada batasan dalam penentuan waktu yang dipilih, hanya saja setiap trader punya pertimbangan tersendiri dalam memilih rentan waktu yang digunakan untuk melakukan analisa Moving Average.

Dua Jenin Moving Average Yang Umum Digunakan

Simple Moving Average dan Exponensial Moving Average

Ada dua jenis analisa Moving Average yang sering digunakan, berikut detailnya:

  1. Simple Moving Average (SMA)
    1. Simple moving average (SMA) adalah salah satu indikator moving average yang paling sederhana dan banyak digunakan oleh trader di dalam trading.
    2. Simple moving average dihasilkan melalui perhitungan harga penutupan rata-rata yang bergerak dalam suatu periode tertentu. Kebanyakan moving average didasarkan pada harga penutupan. Misalnya, simple moving average 5 hari adalah jumlah harga penutupan lima hari dibagi lima. Sesuai dengan namanya MA merupakan harga rata rata yang bergerak berdasarkan kurun waktu yang digunakannya. Periode yang paling sering digunakan banyak trader dalam penggunaan Simple Moving Average (SMA) adalah periode SMA 50 dan SMA 200.
  2. Exponenesial Moving Average (EMA)
    1. EMA adalah jenis rata-rata bergerak yang memberi bobot lebih pada harga terkini dalam upaya membuatnya lebih responsif terhadap informasi baru. Untuk dapat menetukan EMA, terlebih daulu kita harus menghitung SMA selama periode waktu tertentu dan menentukan fantor pengalinya.
    2. Namun saat ini sudah sangat praktis, di apps anda bisa langsung memasukan periode waktu yang di inginkan maka nilai EMA kan langsung keluar dan trader bisa langsung melakukan analisanya.

Open Posisi Menggunakan Analisa Moving Average

Analisa Moving Average Simple ataupun Exponensial dapat digunakan untuk acuan melakukan open posisi pasar. Adapun yang terjadi dari analisa MA ada dua jenis secara garis besar:

  1. Open Posisi saat Crosscover : crossover atau persilangan garis moving average bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan open posisi. Jika moving average kecil memotong ke atas moving average besar, maka bisa dijadikan acuan untuk open posisi buy/beli. Begotupun sebaliknya, jika moving average kecil memotong ke bawah moving average besar, bisa dijadikan acuan untuk open posisi sell/jual. Hal tersebut tentunya bisa menjadi sinyal untuk downtrend.
  2. Open Posisi saat Signal Price Action : Untuk open posisi dengan teknik ini cukup menggunakan satu MA, dalam hal ini MA bisa digunakan sebagai support atau Resistence dinamis. Apabila harga bergerak memotong moving average dari atas ke bawah, maka moving average tersebut akan berfungsi sebagai support. Begitupun sebaliknya apabila harga bergerak memotong MA dari bawah ke atas, maka MA tersebut berfungsi sebagai Resistance. Support dan Resistemce disini sangat dinamis karena dibentuk berdasarkan MA.

Kesimpulan

Pada dasarnya banyak metode analisa yang digunakan dalam dunia trading,penggunaan Moving Average untuk mulai open posisi merupakan salah satunya. akan tetapi dari semua metode yang ada, tetap saja tidak ada yang bisa memastikan 100% hasilnya akan sesuai, karena pasar dipengaruhi oleh banyak faktor. Jadi penting sekali untuk selalu mengelola money management dan psikologi trading supaya bisa profit dan juga bisa meminimalisir kerugian.

Baca Juga : Jenis -jenis Aplikasi untuk Trading

Tips Trading Profit untuk pemula

Gallery for Cara Mudah Trading Dengan Analisa Moving Average

Leave a Reply

Your email address will not be published.