Warkop KW Viral, Bagaimana Awal Kemunculannya?

Posted on

Sanjau.com – Sobat Sanjau, akhir-akhir ini Indonesia dibuat heboh oleh tiga pemuda yang secara fisik memiliki kemiripan dengan komedian legendaris yakni Warkop DKI. Bagaimana awal kemunculan mereka, lantas siapakah mereka yang meng klaim memiliki kemiripan dengan Dono, Kasino, Indro, simak penjelasannya dibawah ini.

Indro Warkop mind dengan munculnya tiga orang yang disebut sebagai trio Warkopi karena memiliki wajah yang mirip dengan kelompok komedi yang legendaris, Warkop DKI. Sebuah trio dari Alfin (Indro), Sepradi (Dono) dan Alfred (Casino) viral bahkan diundang ke televisi sebagai Warkop DKI KW.

Dalam acara talk show di Trans TV, Alfin Dsnandi sosok dari geng yang sama, sama seperti mengungkapkan awal pertemuannya dengan dua teman dari perang yang sama. “Yang pertama saya dulu. Virus pertama saya,” kata Alfin Di Brownis, Senin (20/9).

Orang dari 25 tahun diberitahu, di media sosial banyak untuk mengatakan ada sosok lain yang mirip dengan salah satu personil Warkop DKI. Alfin juga melihat Alfred Dimas Kusnandi serupa dengan Kasino Yang Akhir foto-foto ditandai oleh netizen untuknya. “Simpan banyak di Hamas nge-ins (mirip dengan kasino). Kolab (kolaborasi) sekali lagi, virus lagi,” kata Alfin Dwi Krisnandi.

Alfin kemudian bertemu dengan Alfred untuk mengunggah-posting mereka di media sosial yang ramai menyerempet tentang Perangkop DKI. Singkatnya, kerjasama keduanya jadi sorotan, dimulai dari foto ke video yang mereka ciptakan untuk akhirnya ‘bertemu’ orang itu mirip dengan Dono. “Simpan banyak tag-nge-di sini (titik Sepriadi Chaniago),” bright Alfin.

Alfin mengungkap, pertemuan ketiganya memang berkat netizen sampai akhirnya mereka berkolaborasi untuk membuat video karya yang diunggah di YouTube. Seringkali muncul di media sosial, trio adalah virus. “Kebanyakan sketsa komedi . Disiarkan di YouTube Patria TV, ” kata Alfin.

Alfin mengakui bahwa ia tidak berpikir proyek yang mulai fad tiba-tiba ramai di media sosial. Alfin mengklaim itu proses meminta izin untuk Indro Warkop sehingga mereka dapat melanjutkan kreativitas mereka sebagai kelompok Warkopi. “Bagaimana jika kau belum bertemu Pakde Indro. Tapi dari obrolan manajemen via Zoom,” kata Alfin.

Baca Juga :

Respons virus trio anak muda disebut Warkopi, Indro Warkop dengan institusi-institusi Warkop DKI memberikan umpan balik. Tapi tidak karena materi itu.

Ketua Institut Perang DKI sekaligus putri dari kasino terdahulu, Hanna Sukmaningsih mengungkapkan bahwa Warkopi sudah beberapa kali muncul dalam acara televisi dengan menggunakan nama Dono, kasino, dan Indro.

Meskipun mereka tak mengizinkan itu sebagai pemegang sah cap atau nama Dono dari kedai kopi, kasino, Indro atau Warkop DKI.

Menurut dia, nama atau merek Warkop DKI sudah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual dan dilindungi secara hukum. “Menurut pendapat kami, penggunaan nama Warkopi bukan tanpa tujuan, dimana nama tersebut mirip dengan nama ‘Warkop DKI’,” kata Hanna Sukmaningsih.

Indro memanggil 3 Pemuda Warkop kw Viral Tidak Punya Etika

Sebanyak tiga pemuda yang mirip anggota Warkop DKI (Dono, kasino, Indro) tiba-tiba menjadi viral dan terjual dengan baik. Mereka diundang dalam berbagai program televisi secara nasional.

Pemuda ketiga yang dikenal sebagai Warkop DKI ‘KW’ dikenal sebagai Sepriadi Chaniago (), Alfred (kasino), dan Alfin Dwi Krisnandi (Indro). Awalnya, kehadiran tiga pemuda menerima sambutan hangat dari netizen.

Namun, Indro sebagai satu-satunya anggota Warkop DKI masih hidup, mengecam kemunculan mereka di dunia hiburan. Indro mengaku tidak ada yang diwakili dengan parodi orang-orang yang selalu mencoba meniru karotis Warkop DKI.

Bahkan orang bernama Indrodjo Kusumonegoro menuduh pemuda ketiga tidak punya etika dalam seni.

“Warkopnya mendapat IPR (Hak Kekayaan Intelektual) yang digelar oleh semua anak-anak, kasino, Indro . Dalam art ada etika,” kata CDROM ketika menjawab pertanyaan netizen tentang pendapatnya terkait dengan gerakan Perang DKI KW.

Tidak hanya itu, Indro menunjukkan kepada orang yang sengaja komersialkan Esriadi, Alfred, dan Alfin demi keuntungan. “Mereka apa yang Anda maksud sangat, sangat terkoordinasi dan ter-mengelola . Jadi Anda sendiri dapat berpikir benar kesalahan itu. Kasihan mereka sebenarnya, jadi objek dari ‘bos’ nya,” kata Indro.

“Maafkan saya, mas Jika Anda adalah penggemar perang DKI ,saya pikir Anda tahu prinsip-prinsip warkop, salah satu yang kita ingin memesan. Karena kita ingin semua pikiran kita hati-hati. Jadi kau harus mengerti prinsip kami.”

“Garis bawah dalam seni, tidak etika, tidak ada sistem, tidak ada hukum. Bukan hanya musim gugur plagiarisme, ” kata Indro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *